"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh
manusia
akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.
Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa.
Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."
(HR. Muslim no. 1151)
akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.
Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa.
Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."
(HR. Muslim no. 1151)
=========================================================================
Sobat, gimana perasaan kita ketika akan ditinggal Ramadhan tahun ini? pastinya diantara kita beragam perasaannya, ada yang
merasakan sedih, duka dan bahagia, mungkinkah kita diantara yang sedih
ditinggalkan puasa? ataukah yang senang?
Kesempatan untuk mendapatkan kelipatan pahala sepertinnya sudah berakhir mengingat dibulan ramadhan Allah SWT melipagandakan setiap amal kebaikan yang kita kerjakan, barangkali itu salah satunya yang membuat kita sedih, namun ada kesedihan lain barangkali, ketika nuansa kentalnya kebersamaan baik saat berbuka dan sahur dimana seluruh anggota keluarga bisa makan bersama-sama dalam waktu yang sama, dan yang terasa lagi adalah saat-saat semangat kebersamaan beribadah baik dengan keluarga dan saudara-saudara sesama muslim,
Namun disisi lain bagi mereka yang mulai awal sudah tidak nyaman dan terganggu atas kehadiran bulan mulia ini, dimana kebebasannya untuk berbuat maksiat merasa dibatasi, sehingga dengan kedatangan bulan Ramadhan menjadi momok yang menakutkan dan menjengkelkan, dan pastinya diantara mereka berharap ramadhan segera berakhir.
Sebenarnya Kita umat muslim yang tekun berpuasa penuh selama Ramadhan juga punya rasa kegembiraan yang luar biasa melebihi orang yang kami anggap tidak nyaman dengan datangnya ramadhan tadi, namun kegembiraan kita jauh berbeda dengannya, karena kegembiraan kita sebagaimana yang disampaikan beliau Rasulullah SAW dalam hadits diatas postingan blog ini yakni: kegembiraan ketika dia berbuka. coba kita rasakan selama puasa bulan ramadhan ketika detik-detik jelang berbuka gimana rasanya? pasti senang dan sehari itu kita punya momentum yang kita nanti-nanti, dan terus terang ini kita sudah merasakannya, bahkan saking gembiranya terkadang kita selalu menunggu-nunggu dengan menyiapkan menu masakan selera kita untuk berbuka setengah jam sebelum berbuka, namun sobat, kegembiraan ini belumlah seberapa bila dibandingkan dengan kegembiraan yang akan kita rasakan diakhirat nanti, dimana kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabb kita dengan amal puasa kita.sehingga bisa dikatakan orang yang tidak berpuasa pastinya dia tidak mendapatkan kegembiraan kedua ini alias mereka hanya gembira karena berakhirnya puasa sehingga kegiatan kemaksiatannya akan dimulai lagi, gimana cukup jauh bukan perbedaannya?
Kesempatan untuk mendapatkan kelipatan pahala sepertinnya sudah berakhir mengingat dibulan ramadhan Allah SWT melipagandakan setiap amal kebaikan yang kita kerjakan, barangkali itu salah satunya yang membuat kita sedih, namun ada kesedihan lain barangkali, ketika nuansa kentalnya kebersamaan baik saat berbuka dan sahur dimana seluruh anggota keluarga bisa makan bersama-sama dalam waktu yang sama, dan yang terasa lagi adalah saat-saat semangat kebersamaan beribadah baik dengan keluarga dan saudara-saudara sesama muslim,
Namun disisi lain bagi mereka yang mulai awal sudah tidak nyaman dan terganggu atas kehadiran bulan mulia ini, dimana kebebasannya untuk berbuat maksiat merasa dibatasi, sehingga dengan kedatangan bulan Ramadhan menjadi momok yang menakutkan dan menjengkelkan, dan pastinya diantara mereka berharap ramadhan segera berakhir.
Sebenarnya Kita umat muslim yang tekun berpuasa penuh selama Ramadhan juga punya rasa kegembiraan yang luar biasa melebihi orang yang kami anggap tidak nyaman dengan datangnya ramadhan tadi, namun kegembiraan kita jauh berbeda dengannya, karena kegembiraan kita sebagaimana yang disampaikan beliau Rasulullah SAW dalam hadits diatas postingan blog ini yakni: kegembiraan ketika dia berbuka. coba kita rasakan selama puasa bulan ramadhan ketika detik-detik jelang berbuka gimana rasanya? pasti senang dan sehari itu kita punya momentum yang kita nanti-nanti, dan terus terang ini kita sudah merasakannya, bahkan saking gembiranya terkadang kita selalu menunggu-nunggu dengan menyiapkan menu masakan selera kita untuk berbuka setengah jam sebelum berbuka, namun sobat, kegembiraan ini belumlah seberapa bila dibandingkan dengan kegembiraan yang akan kita rasakan diakhirat nanti, dimana kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabb kita dengan amal puasa kita.sehingga bisa dikatakan orang yang tidak berpuasa pastinya dia tidak mendapatkan kegembiraan kedua ini alias mereka hanya gembira karena berakhirnya puasa sehingga kegiatan kemaksiatannya akan dimulai lagi, gimana cukup jauh bukan perbedaannya?
Sobat, padahal semua kita pasti akan bertemu dengan Rabb kita Allah
SWT bahkan termasuk merugi bagi yang mendustakaan pertemuan dengan-Nya.
Firman Allah SWT:
“ Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan tuhan;
sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata:
"Alangkah besarnya penyesalan kami.....” (QS. Al Anfal : 31)
Sobat, artikel singkat ini mari kita renungi, kita ini masuk
yang mana ya?gembira atau yang merasa malu dengan dosa-dosa kita? yang jelas kita semuanya berharap kita semua gembira dengan membawa amal kebaikan kita kepada Allah SWT termasuk amal puasa kita.



0 komentar:
Posting Komentar