Kawan kali ini ib-far.blog akan berbagi
hikmah dibalik cerita fakta, suatu ketika hari saya pulang dari rutinitas
harian ketika matahari agak mulai condong pertanda menjelang waktu Ashar. diperjalanan itu
dari agak kejahuan saya dikejutkan ada dua orang laki-laki berjalan saling
bergandengan, namun bukan tangan dengan tangan, melainkan tangan
saling menyilang diatas pundak (kurang tahu apa istilahnya), dan yang membuat saya lebih terkejut lagi ketika
kedua orang itu berjalan, keduanya agak sempoyongan, dalam benak saya ini pasti
orang mabuk, tapi kok dibulan puasa, sekejap pertanyaan saya jawab sendiri
tidak mungkin, namun ketika semakin mendekati kedua orang itu, eh ternyata
maaf, kedua orang ini sudah sering saya hampir tiap hari ketiak melewati jalan
itu ternyata keduanya punya kelainan cacat mental, namun heranya biasanya saya
lihat tidak pernah jalan berdua.
Mungkin kawan-kawan juga pernah melihat
kejadian seperti itu? Apa yang saya maksud dengan hikmah dibalik cerita yang
benar adanya itu?
Yang jelas kita terkadang harus kalah dengan mereka, dimana mohon maaf keduanya
memiliki kelainan cacat mental saja masih memilki rasa persaudaraan yang
tinggi, terbukti mereka masih bisa saling bergandengan tangan ketika waktu
dalam perjalanan, menunjukkan tidak ada permusuhan diantara keduanya dan yang
lebih kita harus heran, bahwa sampai saat ini ketika saya membuat tulisan ini
belum terdengar disekitar kita atau berita ditelevisi yang menayangkan
perkelahian dua orang atau lebih dengan pemeran utama orang yang memiliki cacat
mental, kalau pun misalnya ada kita pasti tidak akan heran dan segera menjawab,
ah wajar wong sama-sama cacat mental !
Namun terkadang membuat kita terheran-heran, kita
saja yang jauh dari kelainan seperti itu dengan tingkat pendidikan yang tinggi
dan bahkan super tinggi terkadang masih saja berkelahi pada suatu yang sepele, ada yang adu argumen, terkadang adu
kekuatan masa yang berujung dengan permusuhan dan pekelahian fisik
sehingga tak sedikit berimbas pada pihak ketiga padahal tidak mengerti akar
permasalahannya. Inii terjadi disaat politik yang memanas, hal ini akan tampak ketika sebentar lagi musim pilihan kepala daerah pasti sedikit banyak akan terjadi, belum lagi permasalahan yang sering terjadi ditingkat pusat sana oleh para elit-elit kita, dan barangkali ke tingkat paling rendah adalah pada diri kita hanya pada masalah-masalah sepele.
Oleh karena itu melalui cerita singkat yang penuh hikmah ini, merupakan pelajaran yang sangat penting bagi kita, jangan sampai kalah dengan kisah kedua orang tadi,
dalam hal menjalin persaudaraan sesama, sebentar lagi ada momentum tepat
yakni hari raya idul fitri dimana ada tradisi saling berma’afan mari kita memulainya dengan saling
memaafkan sesama.
semoga ada manfaat; Ib-far.blog


0 komentar:
Posting Komentar