Kawan, beberapa hari yang lalu disebuah TV swasta ditayangkan rumah produksi peralatan rumah tangga, dimana perlatan rumah tangga ini pernah berjaya pada zamannya, dan cukup dibutuhkan bagi mereka yang ingin tampil rapi pada waktu itu, namun kawan, peralatan rumah tangga yang satu ini sekarang sudah sangat sulit kita jumpai dan pastinya sudah masuk sebagai barang antik, peratalan apakah itu kawan? namanya, Setrika Arang, menyebut peralatan satu ini semua kita pasti langsung teringat kenangan bersamanya, apalagi bagi mereka yang senang dengan penampilan yang rapi dan necis dan yang lama menggunakan pada era itu, pasti kesan awal yang muncul adalah begitu susahnya saat mau menyetrika pakaian, harus butuh perjuangan yang luar biasa dan butuh waktu berjam-jam, dimana saat menghidupkannya saja dibutuhkan kerja keras, dimana kita harus menjaga arang dengan berbagai cara termasuk mengipasinya terus menerus agar mendapatkan panas yang stabil.
Menurut artikel yang kami
baca, ternyata Di era 60-an setrika arang marak digunakan oleh ibu rumah
tangga. Alat yang digunakan untuk menghilangkan kerutan dari pakaian ini dibuat
dari besi. Setrika arang yang terbuat dari besi jelasnya agak sulit
penggunaannya tidak seperti setrika saat ini. Kita harus memulainya dengan
membakar arang terlebih dahulu. Tujuannya untuk memanaskan setrika. Selanjutnya
barulah persiapan menggunakan setrika. Ketika setrika telah panas, setrika
tidak serta merta langsung digosokkan ke atas pakaian, tetapi harus dilakukan
dulu proses penyejukan dengan meletakkannya di atas daun pisang muda. Kalau
tidak, pakaian bisa hangus terbakar.
Walaupun menggunakannya
sangat sulit dan butuh perjuangan, ternyata menurutu artikel yang kami temukan
dan belum tau kebenarannya, bahwa setrika ini memberikan imbalan yang setimpal
pada pemakainya. Kenapa begitu? Pakaian yang disetrika dengan alat ini
kerapiannya akan bertahan lama. Jauh berbeda dengan setrika zaman sekarang. Menurut
kami mungkin saja, karena masih mengggunakan bahan alami, dan butuh perjuangan yang
luar biasa jadi ketika baju sudah dipakai maka hati-hati betul dijaga
kerapiannya, dan akhirnya tetap rapi.
Setrika ini masih sempat beredar hingga tahun
80-an, namun peredarannya hanya dalam jumlah yang sedikit, tidak sebanyak tahun
60-an. Semenjak setrika listrik beredar dan listrik mulai masuk ke seluruh
daerah, setrika arang akhirnya ditinggalkan. Setrika listrik juga mulai
tergeser pamornya karena beredarnya setrika uap.
Semenjak setrika ini
tidak diproduksi lagi, semakin banyak orang yang mengincarnya. Terutama setrika
yang memiliki kunci pengait berbentuk ayam jago. Bukan untuk digunakan sebagai
alat menyetrika, tetapi digunakan untuk pajangan di rumah. Beberapa situs
penjualan barang antik bahkan mematok harga dengan kisaran Rp 600.000,00 hingga
jutaan rupiah. Tergantung seberapa tua umur dari setrika itu. (*/Berbagai
sumber)
Bagi kawan yang baca artikel & di like, dishare dll. diucapkan terima kasih.
Bagi kawan yang baca artikel & di like, dishare dll. diucapkan terima kasih.


0 komentar:
Posting Komentar